Karena tidak ada ulekan, aku beli bumbu bubuk kemasan yang sudah jadi. Aku mungkin termasuk pembeli yang agak teliti, demi alasan kesehatan dan penghematan.
Dalam hal memasak jiwa kreatifitasku agak liar ...sebenarnya dalam banyak hal juga, kreatifitasku jadi seorang pengelana sejati ding!... Misalnya Bisa-bisanya kumasukan bumbu gulai bubuk untuk segala yang menurutku akan enak: entah itu telor dadar, nasi goreng, mie, sup bahkan gorengan. Memang sering kali demikianlah yang terjadi...rasa masakannya dapat diterima lidah ...setidaknya menurut lidahku... dan kalau hasilnya tidak enak, aku bilang pada diriku... yang penting gizinya! Atau syukurlah masih ada yang bisa ku makan!
Suatu saat ketika aku lagi masak sayur ...yang nama masakannya = “sayur entah”, karena sayuran yang kumasukan apa yang ada dan sekenanya... terbetik di pikiranku untuk membuat variasi rasa dan aroma. “Wah ... kali ini akan kumasukan ngo hiong dan bumbu gulai agak banyak. Aroma Ngo Hiong mudah-mudahan akan menambah cita rasa”, batinku. Ketika kukocrotkan bumbu itu, teryata yang keluarnya sedikit-sedikit. Untuk mempercepat, aku buka saringannya... sialnya, bubuk Ngo Hiong yang masuk ke wajan sekarang malah kebanyakan karena tanpa saringan. Begitu ku coba ...rasa sayurnya agak aneh!!!!! Tapi ya ...seperti biasa... semboyan :”yang penting gizinya!”... berkibar.
Beberapa menit kemudian datanglah saudariku dengan 2 putranya. Ketika mencoba sayurku, komentar saudariku itu adalah “seperti bau jamu!”. Mendengar komentar ibunya, 2 ponakanku itu juga menolak sayurku. " Ada bagusnya juga mereka gak mau..”, batinku, ”jadi aku gak usak capek-capek masak lagi!”, ku mencoba mengambil hikmahnya. Tidak lama setelah itu datang 3 ponakanku yang lain dengan perut kosong dan minta makan. Penolakan terhadap sayurku terjadi lagi. “Wah... bener-bener gak laku nih karyaku hari ini”,batinku. Akhirnya kubuatkan mereka telor dadar pake bumbu gulai bubuk... dan .... MEREKA SUKA.... syukurlah!... Setelah semua orang pergi dari rumah kontrakanku dan setelah istirahat sebentar, aku merasa lapar, padahal nasiku hari ini laku di borong ponakan-ponakanku. Nunggu nanak nasi, makan waktu lama. Jadi kuputuskan untuk memasukkan mie ke dalam “sayur jamuku”. Ketika mau ku buka bungkus mienya, datanglah 3 ponakan yang tiba terakhir tadi kembali. Dan karena kedinginan dan kelaparan sehabis berenang, mereka menginginkan mie sayur jamuku. “Tapi kalian tadi gak suka sayur ini. Nanti kumasukan mienya 2 keping, ternyata kalian tidak makan!”, kataku. Mereka pun dengan kompak dan meyakinkan berjanji akan memakannya. Setelah matang... kucicipi, ternyata rasanya kok jadi enak menurutku. Dan gak dinyana, mereka pun suka sekali. Saking menikmatinya, mereka berebut dan tinggallah daku yang kelaparan yang Cuma kebagian beberapa lembar saja... nasib!....
PERINGATAN:Penambahan suatu komposisidapat menambah cita rasadan mengakibatkan kelaparan diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar