Semua yang pernah kost, pasti kebanyakan merasakan minimnya ruang dan fasilitasnya. Demi menyiasati keterbatasan “asesoris dapur” dan demi penghematan ... pernah aku menghangatkan nasi dibungkus kaos. Karena saringan untuk memanaskan nasinya bolongnya XXL, jadi bisa dipastikan nasi akan meluncur bebas dan berenang ke panci.
Tak disangka... ponakanku yang baru berumur 5 tahun datang menjenguk bersama ayahku. “Ante Ni...”, begitulah panggilannya untukku, “kok nasinya pake baju?”.
Spontan aku dan ayahku tersenyum geli mendengarnya. “karena nasinya kedinginan!” , jawab ayahku sekenanya. Rupanya dia belum puas dengan jawaban kakeknya itu. Dia bertanya ulang padaku “Ante Ni... kenapa?” timbul juga pikiran menggoda si kecil itu. “nasinya kedinginan!”, jawabku. Raut mukanya nampak tidak puas dan bingung. Tidak tega juga kulihat ponakanku yang satu ini, akhirnya kujelaskan juga alasan yang sebenarnya.
Di lain kesempatan dia kembali mengunjungiku, dan melihat hal yang sama dengan nasiku. Kutawari dia makan. “Kakak..” begitu dia menyebut dirinya...”enggak mau makan nasi yang pakai baju".
Di kesempatan lainnya lagi dia mengunjungiku, nasinya baru kumasak. Begitu ditawari makan dan melihat kondisi nasinya dia bilang, ”kakak suka makan nasi yang tidak pakai baju!”, katanya setengah meloncat dan sumeringah.
Memang dasar anak-anak yang suka main hujan sambil telanjang, nasi pake baju pun agak susah dia terima. Dia lebih suka nasi telanjang..!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar