Orang bijak bilang,
”Kalau kita tidak suka akan sesuatu maka ubahlah! Tapi kalau kita tidak bisa mengubahnya, maka ubahlah cara pandang kita.”
Selama bertahun-tahun sakit, pepatah itu kayanya agak meresap dalam diriku. Ketika aku merasa satu atau beberapa tempat di tubuhku sakit dan atau berdenyut, aku sadari dan perhatikan sakit dan denyutannya. Aku sadari bahwa badanku sedang berusaha memperbaiki diri, jadi terkadang aku bilang pada tempat yang berdenyut itu kata-kata penyemangat seperti “Ayo …perbaiki…!”, “Terima kasih ya…!”, “I love you…!”, “Rileks!…rileks…!”. Kadang kuperhatikan juga lokasi dan intensitas sakitnya dan membandingkannya dengan intensitas sakit sebelumya pada hari-hari sebelumya. Aku berusaha menganalisanya … “Sekarang intensitasnya berkurang…!” atau “durasi sakitnya memendek!” atau “intensitasnya sama…!” atau “aku harus bed rest nih…!”
Tapi ketika rasa sakit atau pusingnya sedemikian sehingga aku tidak bisa lagi “memperhatikannya”, maka aku berusaha untuk tidur. Aku bilang pada diriku, “tetap rileks… tidur!’ “harus tidur!”
Saya tidak tahu apakah sikapku itu yang dimaksud dengan “membiarkan rasa sakit berlalu dan bersahabat dengan rasa sakit” seperti yang tercantum dalam buku “Don’t Worry Be Healthy” karangan DR. Phang Cheng Kar.
Yo… yang tahu mengenai tema-tema semacam “sikap selama sakit” saya undang untuk memberi komentar. Undangan ini buat siapa saja ding… tidak dibatasi kriterianya!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar